THE WEDDING OF
Rais & Norma
05 / 04 / 2026
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir."
Ar Rum 30:12
Rais & Norma
The Bride
Muhammad Rais Adli F
Putra Ketiga dari Bapak & Ibu:
Dr. M. Nashroh Nasyir RA, S.Pd., M.H.
Lailatul Qadariah, S.Pd.I
&
Nor Maulida, S.Ag
Putri Pertama dari Bapak & Ibu:
H. Wahdani
Hj. Maisarah
Save the Date
- 00Day
- 00Hour
- 00Minute
Akad Nikah
Minggu, 5 April 2026
08:00 - 09:00 WITA
Resepsi
Minggu, 5 April 2026
10:00 - 20:00 WITA
Tenda 590 RK Ilir, Pekauman, Banjarmasin
Love Story
Sebelum menginjakkan kaki sebagai pelajar di Universitas Al Azhar Cairo, UIN Antasari menjadi awal perkenalan kami.
Aku mengenal Norma lebih dulu melalui jejaring media sosial kampus, dengan nama yang begitu melekat: Cleopatra.
Tanpa janji, kami berpapasan di sebuah acara kampus malam itu. Hanya tegur sapa singkat, tanpa waktu yang lama.
Namun dari pertemuan sederhana itu, aku mulai ingin mencari tahu tentangnya.
Cleopatra in Egypt, 2023. Keberangkatan Norma bersama keluarga untuk umrah dan ke Mesir menjadi titik temu kami di kota impiannya. Kami kembali berkomunikasi, masih sebagai teman lama untuk menemaninya menjelajahi keindahan Mesir, negeri peradaban kuno.
Bersama beberapa teman, kami menyusuri keindahan Mesir; piramida, Sphinx, kereta bawah tanah, hingga senja yang indah. Semua dipandang Norma dengan penuh harap dan mimpi.
Hingga akhirnya, “Sungai Nil” menjadi titik terakhir perjalanan kami saat itu. Mungkin sungai inilah menjadi saksi kami berdua yang saling mengagumi dalam diam.
Maybe this is our love story, written by destiny in Egypt.
Sebagai dua pelajar yang pernah saling mengenal, kepulanganku dari Mesir menjadi jeda di antara kami. Berbeda benua, lintas samudera. Rais di Cairo, dan aku di negeri sendiri.Kami melangkah pada jalan masing-masing, atas keridhoan Allah SWT. Memang yang ditakdirkan bersama, akan sampai pada waktunya.
Tidak adanya komunikasi bukan berarti hilangnya perasaan, mungkin ini cara Allah memantaskan keadaan. sejak pertemuan terakhir di tepian Sungai Nil, kami berdua menyimpan keyakinan. Dua tahun kemudian. Januari 2025, kami kembali dalam satu percakapan. hingga Oktober, sepulangku dari Mekkah, kami bertemu dan menetapkan pilihan.
Aku melamar Norma sebagai tujuan, bukan sekedar harapan,
melainkan pilihan pertama dan terakhir dalam satu perjalanan. Cairo, Mekkah, dan Indonesia menjadi saksi kebersamaan. tentang jarak, rasa, dan takdir yang mempertemukan dalam satu ikatan.